Tren Hijrah Buka Peluang Besar Bagi Bank BTN Syariah

BTN Syariah yang masuk ke dalam core business yang sama dengan induknya menjadikan masyarakat tidak lagi berpindah bank.

bank-btn-media-gathering-uus-syariah-2019-anto-erawan-rumahhokie-dok2
Media Gathering Bank BTN (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Yogyakarta) – Relaksasi regulasi yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) terhadap sektor properti dinilai dapat menjadi momentum yang tepat bagi Bank BTN untuk melakukan spin off (pemisahan) unit syariahnya. Pasalnya, terdapat hubungan positif antara penyaluran kredit perbankan ke sektor properti dengan pertumbuhan ekonomi sektor real estat.

Baca Juga: 2020, Bank BTN Lakukan Spin Off Unit Usaha Syariah

Kepala Ekonom Bank BTN, Winang Budoyo melihat relaksasi yang diberikan oleh BI dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) terhadap sektor perumahan berbuah pada terus meningkatnya pertumbuhan sektor real estat selama satu tahun terakhir, yaitu dari 3,07% di kuartal II/2018 menjadi 5,74% di kuartal II/2019.

“Pertumbuhan ekonomi sektor real estat sudah melampaui pertumbuhan PDB sejak kuartal I/2019 yaitu 5,46% dan 5,74%di kuartal II/2019 (yoy). Namun karena sumbangan sektor ini ke PDB masih kecil, yaitu hanya 2,8% terhadap PDB, maka tidak mempunyai daya dorong yang cukup untuk dapat mendongkrak pertumbuhan PDB  Indonesia,” jelas Winang saat Media Gathering BTN di Yogyakarta, Jumat (4/10/2019).

Peluang Besar
Sementara itu, pengamat pasar modal Haryajid Ramelan menuturkan, instrumen syariah sangat dibutuhkan masyarakat di Indonesia. Adanya BTN Syariah yang masuk dalam core business yang sama dengan induknya dengan cara syar’i menjadikan masyarakat tidak lagi berpindah bank.

“Besarnya masyarakat muslim yang mulai hijrah ke instrumen syariah memberikan peluang besar bagi BTN Syariah,” katanya.

Baca Juga: Bank BTN dan Agung Podomoro Rilis Program Bunga KPR 5%

Menurut Haryajid, lesunya pasar properti saat ini dengan pembiayaan konvensional tentu akan bagus jika dilakukan pembiayaan secara syariah. Banyaknya yang beralihnya dari instrumen konvensional ke instrumen syariah  menjadi ceruk tersendiri bagi BTN Syariah.

“Pembiayaan syariah maupun penyimpanan secara syariah menunjukkan tren peningkatan, tentu hal ini tak akan disia-siakan oleh Bank BTN yang selain selama ini bermain di sektor properti dan juga demand yang masih besar,” katanya.

Baca Juga: Bank BTN dan Waskita Karya Realty Rilis Program Satisfive

Sementara mengenai berbagai aksi korporasi yang akan dilakukan Bank BTN, menurut Haryajid membuat saham dengan kode BBTN tersebut layak untuk dikoleksi dalam jangka panjang.

“Beragam aksi korporasi ini tentu membuat kinerja BTN semakin baik, sehingga investor akan tertarik untuk bisa mengoleksi saham BBTN,” pungkasnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda