Kuartal IV-2017, Permintaan Perkantoran di Jakarta Alami Peningkatan

Meskipun tahun lalu penuh dengan tantangan bagi industri properti Indonesia, akan tetapi tingkat permintaan ruang perkantoran di Jakarta mengalami kondisi yang bagus pada triwulan IV-2017.

JLL Indonesia-Permintaan Ruang Kantor di Jakarta-RumahHokie,com-Adhitya Putra-DSC_8140
James Taylor, Head of Research JLL Indonesia.(Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta)Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia dalam laporannya bertajuk Jakarta Property Market Update Fourt Quarter 2017 merilis bahwa tingkat permintaan ruang perkantoran di Jakarta mengalami peningkatan.

Dengan kondisi tersebut, mampu memberi kesan bahwa industri properti Tanah Air mulai bangkit kembali. Meskipun tahun lalu penuh dengan tantangan bagi industri properti Indonesia, akan tetapi tingkat permintaan ruang perkantoran di Jakarta mengalami kondisi yang bagus pada kuartal IV-2017.

Baca Juga: JLL: Bisnis Berbasis Teknologi Bawa Angin Segar untuk Ruang Perkantoran di Jakarta

Angela Wibawa, Head of Markets, JLL Indonesia mengatakan permintaan terhadap ruang perkantoran di wilayah Jakarta selama kurun waktu 2017 mengalami tingkat pertumbuhan yang cukup bagus.

“Walaupun tingkat hunian dan harga sewa masih mengalami penurunan, tingkat permintaannya (ruang perkantoran) mencapai kurang lebih 240.000 meter persegi untuk CBD dan kurang lebih 115.000 meter persegi untuk kawasan non CBD,” ungkap Angela di kantor JLL Indonesia, Jakarta, Rabu (07/02/2018).

James Taylor, Head of Research JLL Indonesia menambahkan angka penyerapan itu melampui agregat tahun 2014 hingga tahun 2016 yang hanya 151.000 meter persegi.

“Meskipun tingkat penyerapan tinggi, banyaknya gedung yang dibangun menyebabkan tingkat okupansi tetap tertekan di angka 80% untuk rata-rata permintaan ruang perkantoran di kawasan CBD,” ucapnya.

Permintaan ruang perkantoran terbanyak datang pada segmen bangunan kantor berkelas A. Untuk harga sewa gedung perkantoran grade A, tahun ini mengalami penurunan sebesar 1,7%.

Baca Juga: Tren Properti di 2018 yang Harus Anda Ketahui

“Kami memperkirakan bahwa penurunan ini akan terus terjadi selama tahun 2018 dan berpotensi mengalami peningkatan di tahun 2021 mendatang,” ucap James.

Sedangkan untuk kawasan non CBD, permintaan ruang perkantoran juga cukup baik diangka 14.000 meter persegi.

Dengan demikian selama tahun 2017, tingkat permintaan ruang perkantoran non CBD di wilayah Jakarta mencapai 117.000 meter persegi. Jumlah tersebut melampaui pencapaian di tahun 2016.

Sejumlah sektor seperti IT, serviced office / co-working space, insurance dan professional service diperkirakan akan membawa pengaruh positif terhadap pasar perkantoran di Jakarta.

James kembali memaparkan, untuk sektor service office / co-working, operatornya didominasi oleh grup-grup asing dan lokal yang berada di semua grade gedung.

“Kami melihat sektor ini (service office) akan terus mengalami perkembangan di kuartal I-2018 dengan banyaknya bermunculan co-working space yang ditangani oleh grup-grup internasional,” kata James.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda