Uang Muka KPR Nol Persen Menyalahi Aturan Bank Indonesia

Program uang muka KPR nol persen disinyalir bakal beresiko terhadap sektor keuangan. Karena, aturan uang muka menjadi kebijakan yang telah diterapkan BI.

bank btn-rumahhokie-dedy mulyadi-dok
Bank BTN menawarkan uang muka 1 persen

RumahHokie.com (Jakarta) Program kepemilikan rumah dengan uang muka (down payment/DP) nol persen atau nol rupiah yang diusung salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, menuai pro dan kontra.

Bagi sebagian kalangan, program tersebut dijadikan terobosan guna membantu masyarakat memiliki hunian. Namun, di sisi lain, program ini dikhawatirkan bakal menimbulkan resiko besar bagi perbankan dan pasar properti.

“Jika program uang muka nol persen diluncurkan, tentu bakal beresiko terhadap sektor keuangan. Secara logika, untuk bisnis apapun, semua membutuhkan modal usaha. Apalagi kredit kepemilikan rumah (KPR),” terang Anton Sitorus, Kepala Departemen Riset dan Konsultasi Savills Indonesia.

“Saya rasa program tersebut hanya selogan, karena pada dasarnya penerapan tersebut kurang sesuai, apalagi untuk KPR. Lain hanya dengan bantuan uang muka lewat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diusung pemerintah,” ungkapnya.

Menurutnya, program itu pun konsumen dibebankan uang muka. Berapa pun besaran bantuan uang muka FLPP tetap menjadi beban biaya yang wajib dikeluarkan konsumen. Jadi tidak ada nol persen, apalagi angka nol rupiah untuk uang muka kredit membeli rumah.

“Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) wajib mempersiapkan uang muka. Lewat program ini masyarakat berpenghasilan Rp4 juta memiliki kesempatan buat memiliki rumah impian,” papar Anton.

“Untuk progam ini, bunga cicilan KPR nya saja hanya 5 persen per bulan dan flat. Hanya saja, jangka waktu pengembalian yang diberikan perbankan lebih panjang,” imbuhnya.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual.

Dalam penjelasannya David mengatakan, dalam aturan Bank Indonesia (BI), kredit pemilikan rumah memang harus dengan uang muka.

Menurutnya, aturan uang muka memang jadi harga mati bagi BI. Jadi, tidak mungkin KPR tanpa uang muka. “Kondisi yang terjadi biasanya adalah adanya minimum DP untuk penyaluran kredit mortgage. Kalau nol persen berarti menyalahi aturan. Sebaiknya jangan dilakukan karena nanti akan dapat teguran dari otoritas,” urai David.

Dedy Mulyadi

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda