Untung-Rugi Beli Properti Saat Baru Diluncurkan

Membeli properti saat diluncurkan (early bird) memang banyak keuntungan. Tapi beberapa tips perlu diperhatikan agar investasi tak jadi merugikan.

pembangunan-rumah-menengah-early-bird-rumahhokie-dok
Pembangunan rumah menengah (Foto: Dok. RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Membeli properti harus memerhatikan waktu (timing) yang tepat. Selain memantau siklus properti, seorang investor juga harus melihat peluang dari proyek-proyek yang baru diluncurkan.

Umumnya, pengembang mulai menjual properti sebelum produk tersebut dibangun. Saat meluncurkan produk, pengembang biasanya akan menawarkan harga perdana alias early bird.

Sebenarnya, membeli properti ketika baru di-launching sangat menguntungkan. Pasalnya, harga bisa dipastikan jauh lebih murah dari harga setelah “resmi” dipasarkan.

(Baca: Tips Sukses Investasi Properti dari Investor Andal)

Secara teori, keuntungan yang didapat investor early bird mencapai 25% (bahkan lebih), sejak dibeli hingga serah terima kunci. Jadi, bila Anda membeli properti saat diluncurkan, Anda seperti mendapat diskon harga 25%. Cukup menggiurkan.

Sebagai contoh, sebuah unit apartemen dipasarkan seharga Rp400 juta pada saat launching. Untuk mendapatkan unit apartemen tersebut, investor cukup mengeluarkan uang muka sekitar 20% atau sebesar Rp80 juta.

Bila harga apartemen naik 25% pada saat serah terima kunci—biasanya  pembangunan memerlukan waktu sekitar 18 – 24 bulan—maka harga bisa menjadi menjadi sekitar Rp500 juta, atau naik sekitar Rp100 juta.

Bahkan, bila Anda membeli unit di proyek-proyek berkualitas, persentase keuntungan bisa berlipat ganda.

Keuntungan lain, bila Anda percaya feng shui, Anda bisa memilih unit dengan arah hadap, nomor unit, atau lantai yang paling hoki menurut feng shui. Unit dengan beberapa kelebihan ini bisa dijual di pasar sekunder dengan harga yang lebih tinggi—kepada orang yang juga memercayai perhitungan feng shui.

Hati-hati Memilih
Membeli properti secara early bird lebih terasa untungnya untuk investor jangka menengah-panjang, yakni lima tahun ke atas. Perlu tanyakan kepada developer, karena mereka biasanya sudah memproyeksikan kenaikan harga hingga beberapa tahun ke depan.

Jika Anda bukan investor berkantong tebal yang bisa “menahan nafas” hingga lima tahun, sebaiknya Anda memilih proyek-proyek masterpiece. Proyek seperti ini memang tidak banyak dan perlu kejelian dalam memilih, tapi percayalah, proyek macam ini bakal menjadi rebutan bak kacang goreng.

Di sisi lain, investor early bird ada pula yang merelakan propertinya dijual di bawah harga pasar, lantaran memilih produk properti yang jelek atau bermasalah. Bisa juga karena persaingan pasar sekunder di proyek tersebut tak terkendali.

Jika hal ini terjadi, biasanya yang mengambil keuntungan adalah investor yang lebih besar (biasa disebut eagle investor). Investor jenis ini umumnya akan membeli dalam jumlah banyak, bahkan jika perlu mengendalikan harga pasar sekunder di proyek tersebut.

Tips Beli Properti saat Diluncurkan
Beberapa hal perlu diperhatikan investor properti early bird:

  1. Pastikan prospek properti tersebut. Pengembang biasanya memiliki proyeksi kenaikan harga untuk beberapa tahun ke depan.
  2. Lihat pula seberapa banyak pembangunan properti di kawasan sekitar.
  3. Pastikan pengembang memiliki track record yang baik dan terbukti mampu membangun sesuai jadwal.
  4. Teliti perjanjian akta jual beli untuk mempelajari kewajiban pembeli dan pengembang.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda