Usung Konsep Archineering, Viro Bangun Gazebo Gedong Panjang

Instalasi Gazebo Gedong Panjang karya Viro,memiliki bentuk selaiknya rumah panggung dengan menerapkan rancangan Arsitektur Nusantara.

Viro- Gazebo Gedong Panjang-RumahHokie
(Foto: viro)

RumahHokie.com (Tangerang) – Viro, perusahaan penyedia material inovatif untuk desain arsitektural dan interior menghadirkan instalasi Gazebo Gedong Panjang dalam ajang IndoBuildTech 2018 di ICE, BSD City, Tangerang.

Berkolaborasi dengan salah satu arsitek ternama, Dani Hermawan, bangunan dua lantai tersebut mengombinasikan rancangan arsitektur nusantara.

Instalasi Gazebo Gedong Panjang memiliki bentuk selaiknya rumah panggung. Bagian atapnya terbuat dari material alang-alang. Sedangkan pada sisi dindingnya, menggunakan teknik anyaman tangan.

Baca Juga : Diikuti 500 Perusahaan, Indobuildtech 2018 Targetkan 60.000 Pengunjung

Pembuatan bangunan gazebo tersebut memakai teknik rancang bangun terkini yang disebut
archineering dengan penggunaan material Viro eco faux.

Material itu terbuat dari bahan non-natural High-Density Polyethylene (HDPE) yang dikombinasikan dengan material serat alami serta dirancang sedemikian rupa melalui proses dan teknologi tertentu.

“Konsep archineering membawa kesegaran baru bagi para perancang, untuk memadukan arsitektur, engineering, dan materialitas menjadi satu sinergi baru bagi lingkungan sekitar,” jelas Dani Hermawan, aristek dari biro Formologix Lab, ketika ditemui oleh RumahHokie.com, Kamis (03/05/2018).

Menurutnya, teknologi material serat yang dikembangkan oleh Viro memungkinkan kontrol yang lebih baik dan teruji dari segi properti material yang lebih konsisten.

Baca Juga : Mengenal Aneka Material Secondary Skin Pada Fasad Bangunan

Adapun Johan Yang, Executive Vice President PT Polymindo Permata, perusahaan pemilik merek Viro. mengatakan pihaknya telah mengenalkan konsep archineering pada tahun 2015 yang merupakan konsep arsitektur dengan menekankan kelenturan dan kekuatan bahan untuk mewujudkan imajinasi desain dari para perancang bangunan.

“Selain fleksibel, material serat ini juga memiliki usia pakai yang tahan lama, tahan segala cuaca, dan tidak mudah terbakar (fire retardants) serta tidak beracun,” katanya.

Selain instalasi Gazebo Gedong Panjang, Viro juga menampilkan koleksi-koleksi produk ornamen dekoratif yang mengusung berbagai budaya khas di Indonesia. Di dalam pembuatannya, produk-produk tersebut juga menggunakan konsep archineering.

Contohnya, produk tameng anyam yang terinspirasi dari tameng suku Dayak, dan warna oranamen tenun suku Badui, serta anyaman serupa alat musik Tifa khas Papua yang seluruhnya dikreasikan menggunakan serat eco faux Viro.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda