Virus Corona Ganggu Stabilitas Sektor Properti Asia Pasifik

Tersebarnya virus Covid-19 kini juga turut menerpa stabilitas ekonomi di kawasan Asia Pasifik, termasuk pada sektor properti.

sektor properti Asia Pasifik, virus corona, Cushman & Wakefield
Ilustrasi sektor properti di Asia Pasifik. (Foto: Investasian)

RumahHokie.com (Jakarta) – Wabah virus corona (Covid-19) banyak memakan korban jiwa tak hanya di China, namun juga di hampir seluruh dunia.

Tak hanya itu, tersebarnya virus Covid-19 kini juga turut menerpa stabilitas ekonomi di kawasan Asia Pasifik, termasuk pada sektor properti.

Laporan terbaru yang dirilis konsultan real estat global, Cushman and Wakefield memaparkan bahwa ada perbedaan dalam tingkat keparahan dan durasi kerusakan
stabilitas pada sektor properti untuk berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Baca Juga: Setelah Korban Jiwa, Virus Corona Kini Lumpuhkan Bisnis Properti Wuhan

Secara regional, menurut Dr. Dominic Brown, Head of Insight & Analysis Asia Pacific Cushman and Wakefield, virus corona yang mewabah membawa dampak negatif pada properti komersial, seperti hotel, ritel, restauran dan lain sebagainya.

Hal itu terjadi karena menurunnya tingkat kunjungan wisatawan asal China, akibat dari masa karantina sementara yang diberlakukan pemerintah China dan sejumlah negara di Asia Pasifik.

“Kami melihat dampak bervariasi antar negara. Namun, yang nyata akan menghantam real estat di China. Sektor hotel dan ritel akan menanggung akibat terberat dari virus,” papar Brown, seperti dilansir, Kamis (27/02/2020).

Baca Juga: Apa Dampak Virus Corona Terhadap Pasar Properti Indonesia?

Lebih lanjut Brown menjelaskan, Cushman and Wakefield melihat bahwa tingkat okupansi hotel kemungkinan akan diperoleh kembali pada kuartal mendatang, meski tergantung pula pada durasi penanganan wabah berbahaya itu.

Meski demikian, dia melihat masih ada potensi pada sektor properti pergudangan modern, seiiring dengan pertumbuhan di bidang e-commerce di kawasan Asia Pasifik.

“Penting untuk dicatat bahwa terlepas dari dampak jangka pendek-nya (virus corona), secara fundamental sektor real estat komersial Asia Pasifik tetap berjalan baik”, tutur Brown.

Baca Juga: Dampak Wabah Virus Corona Menghantam Pasar Properti Hong Kong

Sementara itu, menurut Reed Hatcher, Head of Research Cushman and Wakefield Hong Kong, wabah COVID-19 memberikan pukulan kedua terhadap pasar properti Hong Kong.

“Pasar properti Hong Kong sudah melemah dari kerusuhan sosial pada 2019 lalu. Adanya wabah ini membuat sektor hotel dan ritel Hong Kong terpukul sangat keras. Sementara pasar perkantoran mengalami tekanan yang meningkat,” tandas Hatcher.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda