WNA Pun Bisa Manfaatkan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera)

Foto: Dok. RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Menyukseskan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), Pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp2,5 triliun.

Demikian salah satu hasil rapat Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit dan Pembiayaan dalam RUU APBN Tahun Anggaran 2018 yang dihadiri Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Badan Anggar (Banggar) DPR RI.

Baca Juga: Mau Dapat Bantuan Pembiayaan Rumah dari Pemerintah, Ini Pilihannya

“Pembiayaan investasi dan penjaminan pada RAPBN 2018, salah satunya Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) senilai Rp2,5 triliun sebagai modal awal pembentukan BP Tapera,” jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Suahasil, dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com.

Terkait dengan Tapera, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian PUPR, Lana Winayanti yang hadir dalam rapat menjelaskan, Tapera dijalankan berdasarkan prinsip gotong royong dan sesuai dengan Undang-undang Tabungan Perumahan Rakyat No. 4 Tahun 2016.

“Peserta Tapera adalah WNI dan WNA pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia paling singkat enam bulan yang telah membayar simpanan,” tutur Lana.

Namun untuk Warga Negera Asing (WNA), imbuh Lana, dibedakan dengan WNI untuk pemanfataan dana Tapera.

“Berdasarkan pasal 24 UU Tapera No. 4 Tahun 2016, disebutkan bahwa pemanfataan dana Tapera untuk pembiayaan perumahan bagi WNA dikecualikan. Namun, WNA dapat mengambil dana yang telah disimpan di Tapera beserta hasil pemupukannya apabila keluar dari kepesertaan Tapera,” terang Lana.

Baca Juga: Komite Tapera Terbentuk, Badan Pengelolaan Tapera Menyusul

Selain itu, dibahas pula tentang peran SMF dalam mendukung pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata memaparkan, PT SMF (Sarana Multigriya Finansial) mendukung pembiayaan perumahan melalui pemberian pinjaman kepada perbankan dan melakukan sekuritisasi kredit KPR yang hasilnya akan kembali ke bank yang melakukan sekuritisasi tersebut.

“Kami juga sedang mengkaji pembiayaan perumahan untuk mendukung Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan lewat peran SMF, karena kami sudah melihat kemampuan SMF dalam menyediakan dana jangka panjang. Sehingga dengan adanya perumusan skema baru dapat menyediakan KPR untuk MBR yang pada akhirnya dapat membantu pencapaian target BLU-PPDPP,” jelas Isa.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda